Jumat, 19 Februari 2016

Perbedaan Suka, Kagum, Cinta, Obsesi dan Sayang.

Kalian semua pasti pernah mengalami perasaan suka kan? Kalo yg gak pernah, saran aku mending periksa ke dokter aja, "kejiwaanmu kalian itu loh" hehehe... canda gais. Perasaan suka adalah sebuah perasaan yang timbul dari dalam diri atas dasar “karena”. Misalnya nih, kalian lihat cowok ganteng / cewek cantik di mall ! ih ganteng banget tuh cowok atau ih cantik banget tu cewek,  Atau di kelas ada cowok yang super ganteng, putih, tinggi, cool, kayak artis korea, ih suka deh sama cowok itu, atau di kelas ada cewek, putih, tinggi, rambut panjang, body seksi ! Nah, jadi perasaan suka itu muncul “karena” si doi ganteng, cantik, keren, dan lain lain. Menurut aku, perasaan suka itu sifatnya sementara atau hanya sesaat dan kita bisa dengan gampang melupakannya. Tapi, perasaan suka itu bisa saja meningkat setahap lebih tinggi menjadi perasaan kagum atau bahkan lebih parah perasaan obsesi!. Lain halnya dengan perasaan suka, kalau perasaan kagum itu adalah sebuah perasaan karena ada beberapa di dalam diri si doi yang dikagumi yang membuat diri kita kagum. Misalnya nih, tu cowok / cewek smart banget, pemikirannya tuh beda, oranya dewasa, enak diajak ngobrol humoris, sholeh, dan lain lain! aku kagum sama dia. Pokoknya nilai plus dari si doi yang buat kita kagum.
Sama halnya dengan perasaan suka, perasaan kagum juga bisa lho meningkat menjadi obsesi jika perasaan kagumnya terlalu berlebih. 


Kagum-> Kenalan-> PDKT dengan mencoba jadi sosok sempurna agar bisa membuat gebetan terpesona-> Jadian-> Capek akting jadi sosok sempurna terus-> Sifat asli pelan-pelan keluar-> Pasangan ilfeel-> Putus.


Bagaimana dengan obsesi itu sendiri ?? Apa sih obsesi itu?? Kalian pernah dengar gak sebuah lirik lagu “obsesi cuma bikin frustasi”? nah, ya mungkin bisa diambil simpulnya bahwa obsesi itu ya seperti sebuah perasaan ingin memiliki yang begitu kuat hingga ke akar-akarnya yang terdalam, sampai-sampai berbagai macam cara mungkin bisa dilakukan untuk dapetin si doi. Kalo gak dapetin? ya bisa bikin frustasi! Obsesi itu bukan sebuah perasaan yang murni atau kata lainnya “gak tulus” Cuma pengen memiliki, adanya hasrat yang kuat untuk memiliki, sampai-sampai berbagai macam cara dilakukan termasuk cara yang bisa merugikan diri sendiri atau bahkan mengorbankan perasaan sendiri. Misalnya nih, kita udah terobsesi dengan seseorang, dia itu punya hobby yang kita gak suka, kita misalkan doi punya hobby baca, nah karena kita udah terobsesi sama seseorang itu kita juga jadi suka baca padahal yang dulunya kita sama sekali gak suka.  Kalo obsesi kayak gitu masih mending karena bisa buat kita jadi lebih baik, nah kalo obsesi kita sampe mengorbankan perasaan atau hati sendiri? itu yang sakit. 

Contoh : kalian pernah dekat sama seseorang dalam waktu yang gak terlalu lama, sejauh kedekatan itu kalian gak ada ngerasa perasaan apa apa ke doi, karena sebenarnya kalian itu udah terobsesi ke orang lain bukan ke doi. Jadi sejauh apapun dijalani gak akan pernah muncul rasa apa apa, dan terakhir kalian mutusin untuk milih apa yang menjadi obsesi kalian dan ninggalin si doi gitu aja. Setelah kalian dapetin apa yang jadi obsesi kalian itu, dan ninggalin si doi, disitu kalian baru sadar ternyata si obsesi yang selama ini kalian kejar itu cuma sebatas obsesi sebatas pengen memiliki dan setelah kalian memilikinya yaudah kalian ngerasa puas karena kalian udah dapatkan apa yang kalian mau tapi kalian gak dapatkan rasa cinta atau pun sayang. 
Sebulan setelah jadian : 

"sayang.."
"iya."
"putus yuk",
"loh kenapa " 
"iya aku baru sadar ternyata selama ini aku ngejar kamu bukan karena sayang atau cinta tapi sebatas obsesi aku aja, setelah aku dapatin kamu aku udah ngerasa cukup". 

ini sering terjadi, ya walaupun kata kata putusnya gak sama percis sama kalimat tersebut.

Perasaan bisa hilang kapan aja, apalagi kalo yang dirasain itu bukan cinta, melainkan cuma obsesi aja.


Sekarang beralih menuju perasaan cinta. Kalau perasaan cinta gimana bang? 


Menurut aku, perasaan cinta itu ada jika sudah ada tahap pendekatan. Di sini  ketika pendekatan, merasa ada kecocokan di antara keduanya. Perasaan cinta itu masih atas dasar “karena” menjalin hubungan atas dasar “karena”. Karena adanya kecocokan satu sama yang lain, karena adanya perasaan yang sama satu dengan yang lain, karena adanya rasa ketertariakan satu dengan yang lain.


Dan, yang terakhir itu perasaan sayang. Perasaan sayang adalah suatu perasaan di dalam hubungan tanpa atas dasar “karena”. Bukan karena doi ganteng / cantik, bukan karena doi kaya, bukan karena doi pintar, dll.  Jadi, hubungan itu murni, tulus, menjalin hubungan menerima apa adanya. Perasaan sayang itu juga ada bukan dinilai dari lama atau tidaknya kita mengenal orang itu, tapi dinilai dari seberapa nyaman kita bisa berada disamping orang itu dan merasa kehilangan jika orang itu gak ada.  Perasaan sayang itu lebih dalam dari perasaan cinta

Contoh : Alex dan Putri, mereka belum lama saling kenal, tapi mereka sudah saling dekat sejak awal mereka saling kenal. Banyak waktu yang mereka habiskan bersama, mulai dari pagi - siang - malam mereka lewati bersama. Mulai dari Cerita, semua cerita udah mereka habiskan bersama. Makan, hampir semua cafe udah mereka datangi untuk sekedar makan siang atau malam sama, bahkan mereka juga udah saling tau makanan favorit masing masing.  Waktu, semua waktu udah mereka lewati mulai dari mendung, panas terik bahkan hujan pernah mereka lewati bersama. Pokoknya banyak cerita, kisah yang udah mereka lewati berdua, sampai mereka gak sadar dengan kebiasaan yang sering mereka lewati itu muncul benih benih sayang. 

Sampai suatu hari mereka harus berpisah. Mereka berpisah karena Alex harus melanjutkan kuliahnya keluar kota. Sedangkan Putri harus tetap dikotanya melanjutkan kuliahnya. Seminggu berlalu, Alex merasa kehilangan sosok Putri, hidupnya sepi, dia rindu sosok Putri yang selalu berbagi cerita dengannya,  dia rindu sosok Putri yang lucu yang bisa membuatnya selalu tertawa disaat ada masalah, dia rindu sosok Putri yang setiap pagi ngucapin "selamat pagi" lewat sms, sosok Putri yang hampir setiap hari ngirim sms disaat dia lagi kesepian, pokoknya dia rindu semua masa masa mereka bersama dulu.

Ternyata Putri juga mengalami hal yang sama dikotanya, dia merasa sendiri, dia gak punya teman untuk melakukan apa apa, gak ada kawan cerita, gak ada kawan tertawa, gak ada kawan berbagi. Lama kelamaan kesepian pun menyiksa mereka, mereka jadi sering sakit karena gak mau makan tanpa ada satu sama lain, mereka jadi sering sakit karena saling memikirkan satu sama lain. Tidak ada canda, tawa bersama, semua mereka lakukan sendiri. Mereka berdua seperti orang yang sedang kehausan dan ingin bertemu air, seperti orang merasa lapar dan ingin bertemu makanan. Akhirnya mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan satu sama lain. Mereka pun menyadari alau mereka saling jatuh cinta dan saling sayang, bukan karena apa apa, tapi karena saling membutuhkan. 

Sayang ini aku ibaratkan kayak "Cinta Tanpa Karena", tipe cinta yang kayak gini biasanya menciptakan hubungan yang awet, Karena cinta yang ini gak dibuat buat dengan alasan alasan karena pintar, cantik, seksi, banyak duit, obsesi dll. Bukan pula cinta yang diciptakan secara sengaja, bukan cinta yang dibuat seolah olah sempurna, atau bukan cinta yang dicocok cocokan kepridadiannya.

Sering ketemu / bersama --> Menciptakan kebiasaan bersama --> Kebiasaan pun menciptakan kebutuhan. 

Jadi, pasangan di hubungan seperti ini bukanlah hubungan yang ada karena Kekaguman, hubungan yang ada karena Penasaran, dan bukan hubungan yang ada karena Obsesi. Pasangan di hubungan ini ada karena terciptanya sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk selalu bersama, kebutuhan untuk melengkapi satu dengan yang lain. Kebutuhan untuk selalu mengobrol bersama. Dan, kebutuhan itu tercipta karena kecocokan. Bukan karena kita yang mencocok coocokan diri dengan pasangan atau sebaliknya, melainkan waktu yang pelan pelan menunjukkan kecocokan kita bahkan di saat kita tidak menyadari ada banyak kecocokan disana.


Loh bukannya kebalik bang seharusnya sayang dulu baru cinta? kalo sayang itu kan bisa aja sayang ke teman, Orang tua dll, pokoknya sifatnya universal. Terus kan ada istilah "sayang belum tentu cinta, cinta udah tentu sayang"??

Menurut aku puncak rasa tertinggi itu Sayang bukan Cinta, kenapa? Karena justru kalo cinta itu belum tentu sayang. Contoh ada orang yang cinta sama kita karena kita kaya, karena kita punya harta, itu makanya ada istilah Cinta karena Materi, ada juga orang yang cinta sama kita karena kita terkenal, kita punya nama, kita anak pejabat, itu makanya ada istilah Cinta karen Tahta, atau ada juga orang yang cinta sama kita karena kita punya tubuh yang bagus, seksi montok, bohai, itu makanya ada istilah Cinta Nafsu Sedangkan sayang? sampe sekarang aku belum pernah dengar istilah ada yang namanya Sayang karena Materi atau Sayang karena Tahta atau Sayang karena Nafsu. Menurut aku sih gitu.


Cuma mau bilang, jangan ninggalin orang yang kamu sayang demi orang yang kamu suka. Karena suka itu sementara. Dia datang dikeadaan sepi. Tapi disaat sayang, dia selalu ada buat kampu kapanpun. Dan suatu saat nanti, bisa aja orang yang kamu suka itu meninggalkanmu demi orang yang dia sayang. Dunia berputar bukan? Think it now. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar